Skip to main content

Madrasah Aliyah Negeri 2 Mojokerto

Hadir sebagai Inspirasi

Kab. Mojokerto — Sebanyak 73 siswa dan 5 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mojokerto mengikuti Survei Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026 pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Teknologi Informasi (Lab IT) MAN 2 Mojokerto. Para peserta mengikuti survei secara serentak sebagai bagian dari upaya evaluasi penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

Survei KBC Tahun 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi implementasi nilai-nilai KBC di madrasah, termasuk bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari warga madrasah. Bagi MAN 2 Mojokerto, survei ini menjadi bagian penting dari upaya melihat pelaksanaan KBC yang telah diterapkan.

Kepala MAN 2 Mojokerto, Rahmad Basuki, yang memantau langsung pelaksanaan survei di Lab IT, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia berharap hasil survei dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Hasil tersebut nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan KBC agar semakin bermakna bagi seluruh warga madrasah.

Selama pelaksanaan survei, siswa dan guru diharapkan mengisi setiap pertanyaan dengan jujur dan objektif sesuai pengalaman serta kondisi yang mereka rasakan. Kejujuran dalam memberikan jawaban menjadi hal penting karena kualitas data yang terkumpul akan memengaruhi ketepatan hasil evaluasi. Dengan demikian, survei tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi juga sarana untuk memperoleh masukan yang dapat digunakan dalam pengembangan mutu pendidikan.

Partisipasi guru dan siswa dalam survei ini menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh warga madrasah dalam membangun pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai cinta. MAN 2 Mojokerto berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta terus berkembang, sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya kepedulian, penghargaan, dan hubungan yang harmonis. Melalui pendidikan yang memadukan ilmu dan cinta, madrasah berikhtiar melahirkan generasi berakhlak mulia dan berprestasi.

(Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *