Madrasah Aliyah Negeri 2 Mojokerto

Hadir Sebagai Inspirasi

Kab. Mojokerto – Komitmen MAN 2 Mojokerto dalam membangun budaya literasi dan riset kembali membuahkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Kompetisi Esai Nasional NATURACO 2026 yang diselenggarakan oleh Global Youth and Peace Education Movement (GYDEM), Riset Juara Foundation, dan Institut Teknologi Nasional Malang, para guru MAN 2 Mojokerto berhasil menorehkan capaian gemilang dengan meraih Gold Medal dan Bronze Medal. Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi dan semangat berkarya tidak hanya tumbuh di kalangan peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari kultur akademik yang terus dikembangkan oleh para pendidik.

Raihan Gold Medal diperoleh oleh tim yang terdiri atas Moh. Rodli dan Trisya Widyastutik melalui karya berjudul “ECOZATION: Eco-Education Berbasis Kebiasaan untuk Gen Z Berkelanjutan.” Esai tersebut mengangkat pentingnya pendidikan lingkungan yang tidak berhenti pada tataran teori, tetapi diwujudkan melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan tersebut menawarkan pendekatan yang relevan dengan karakter generasi muda saat ini, sehingga mampu menjadi salah satu solusi dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Tri Wahyu Makrifah berhasil meraih Bronze Medal melalui esai berjudul “Rekonstruksi Pendidikan Geografi Berbasis Literasi Teritorial sebagai Pilar Strategis Indonesia Emas 2045.” Karya tersebut menyoroti pentingnya penguatan pendidikan geografi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga membangun pemahaman peserta didik terhadap potensi, karakteristik, dan tantangan wilayahnya. Melalui pendekatan literasi teritorial, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kesadaran ruang dan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Keberhasilan para guru MAN 2 Mojokerto dalam kompetisi nasional ini menunjukkan bahwa peran pendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan di ruang kelas. Lebih dari itu, guru juga hadir sebagai pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan kapasitas diri melalui penelitian, penulisan, dan inovasi. Semangat untuk terus belajar dan menghasilkan karya ilmiah menjadi teladan berharga bagi peserta didik dalam membangun budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan.

Kepala MAN 2 Mojokerto menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para guru tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan konsistensi dalam mengembangkan tradisi literasi di lingkungan madrasah. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi MAN 2 Mojokerto sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga aktif melahirkan gagasan dan inovasi yang memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan. Dengan semangat kolaborasi dan budaya riset yang terus tumbuh, MAN 2 Mojokerto optimistis dapat terus menghadirkan karya-karya inspiratif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun yang lebih luas. (Humas MAN 2 Mojokerto).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *