Skip to main content

Madrasah Aliyah Negeri 2 Mojokerto

Hadir sebagai Inspirasi.

Mojokerto – Sebanyak 50 siswa MAN 2 Mojokerto dengan didampingi beberapa guru mengikuti Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi di Aula Maโ€™had Faazat, Selasa (5/8). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kankemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, dia menekankan bahwa korupsi tidak hanya berupa kejahatan besar, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk-bentuk kecil yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan.

โ€œKorupsi bisa bermula dari hal-hal kecil: menyontek saat ujian, menjiplak tugas, datang terlambat, atau memberi sesuatu demi kemudahan tertentu. Semua itu bentuk gratifikasi yang harus dihindari,โ€ tegasnya.

Muttakin juga menyampaikan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang telah dilakukan di sektor pendidikan. Berdasarkan survei tersebut, 78% siswa masih terlibat perilaku menyontek, sementara 45% tercatat tidak disiplin secara akademik, seperti datang terlambat atau lalai dalam tugas. Temuan ini dipaparkan sebagai bentuk diseminasi SPI agar siswa memahami kondisi riil integritas di lingkungan sekolah dan menjadi lebih sadar akan pentingnya perubahan.

Ia mengajak para siswa menjadi agen perubahan, dengan menanamkan kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan antikorupsi, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas guru atau pemerintah.( Humas)

#KemenagRI#KemenagJatim#KemenagKabMojokerto#KementerianSemuaAgama#MAN2Mojokerto#AntiKorupsi#HumasMAN2Mojokerto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *