
Kab. Mojokerto — Semangat menumbuhkan budaya riset di kalangan peserta didik terus diperkuat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mojokerto. Tahun ini, sejumlah siswa dari berbagai kelas resmi terdaftar sebagai peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2026, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk mendorong kreativitas dan inovasi penelitian di kalangan pelajar.
Keikutsertaan para siswa dalam OPSI 2026 menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mengembangkan potensi akademik sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif melalui kegiatan penelitian. Dalam ajang ini, siswa MAN 2 Mojokerto akan berpartisipasi dalam tiga bidang utama, yakni Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH), serta Matematika, Sains, dan Teknologi (MST).
Puluhan siswa dari kelas X dan XI telah mempersiapkan berbagai gagasan penelitian yang relevan dengan isu-isu di sekitar mereka. Ide-ide tersebut lahir dari pengamatan sederhana terhadap lingkungan, kemudian dikembangkan menjadi konsep penelitian yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Proses persiapan menuju kompetisi ini tidak dilakukan secara instan. Para siswa mendapatkan pendampingan intensif dari para guru pembimbing yang berpengalaman dalam bidang penelitian. Di MAN 2 Mojokerto sendiri, kegiatan riset siswa didampingi oleh tim pembimbing yang terdiri dari Moh. Rodli, M.Pd., Jhota Bangkit Andaka, S.Pd., Nyuherno Aris Wibowo, S.Pd., Trisya Widiastutik, M.Pd., Mukhlisah, S.Pd., Cholisoh, S.Pd., Aida Lutfiani, M.Si., serta Atik Tsamrotul Hidayah, S.Sos.
Para pembimbing tidak hanya memberikan arahan teknis terkait penyusunan proposal penelitian, tetapi juga membangun semangat dan kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan ide-ide kreatif mereka. Melalui proses ini, siswa diajak untuk belajar meneliti secara sistematis, mulai dari merumuskan masalah, menyusun metode penelitian, hingga mengomunikasikan hasil pemikiran mereka dalam bentuk karya ilmiah.
Kepala MAN 2 Mojokerto menyampaikan bahwa partisipasi dalam OPSI merupakan kesempatan berharga bagi siswa untuk mengasah kemampuan intelektual sekaligus memperluas wawasan mereka tentang dunia penelitian.
“Madrasah ingin menghadirkan ruang bagi siswa untuk berani berpikir, mencoba, dan berkarya. OPSI menjadi salah satu wadah yang sangat baik untuk melatih daya kritis serta kreativitas mereka dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan di sekitar,” ujarnya.
Bagi para siswa, mengikuti kompetisi penelitian seperti OPSI juga menjadi pengalaman yang membangun kepercayaan diri. Mereka belajar bahwa penelitian bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan proses menemukan pengetahuan melalui rasa ingin tahu yang terus dipelihara.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, tim riset MAN 2 Mojokerto kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti rangkaian tahapan dalam OPSI 2026. Dukungan dan doa dari seluruh warga madrasah diharapkan dapat menjadi energi positif bagi para peserta agar dapat mengikuti kompetisi ini dengan penuh optimisme dan semangat belajar.
Melalui langkah ini, MAN 2 Mojokerto berharap budaya riset di kalangan siswa semakin tumbuh dan berkembang, sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang lahirnya gagasan dan inovasi dari generasi muda yang berdaya saing.(Humas)



- Tim Riset MAN 2 Mojokerto Siap Berpartisipasi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026
- MAN 2 Mojokerto Umumkan Hasil Seleksi PMBM Jalur Prestasi dan Rapor Tahun Pelajaran 2026/2027
- MAN 2 Mojokerto Tuan Rumah Kegiatan Peningkatan Kompetensi Tendik dan Sinkronisasi Data Madrasah Tahun 2026
- Semarak Ramadan, MAN 2 Mojokerto Gelar Tadarus Al-Qur’an Bersama Peserta Didik
- MAN 2 Mojokerto Sesuaikan Pola Pembelajaran Selama Ramadan, Perkuat Iman, Akhlak, dan Kepedulian Sosial