Penyaluran Donasi Siswa dan Guru MAN 2 Mojokerto Untuk Pembangunan Swadaya Jembatan “Cinta” Sambiroto

Kab. Mojokerto (MAN 2 Mojokerto) Donasi yang dikumpulkan oleh siswa, guru dan pegawai MAN 2 Mojokerto untuk pembangunan jembatan Sambiroto yang dibangun atas Swadaya masyarakat, hari Selasa kemarin (23/8) telah disalurkan.

Diterima langsung oleh Kepala Desa Sooko di jembatan yang tengah dibangun. Penyerahan donasi dilakukan oleh Kepala Madrasah didampingi wakil kepala bidang Humas, Kesiswaan dan Sarana Prasarana.

Tidak ketinggalan pula perwakilan dari siswa yang diwakili oleh Pengurus Osis juga turut menyerahkan secara langsung hasil sumbangan siswa, guru dan pegawai MAN 2 Mojokerto tersebut.

Sumbangan ini telah dikumpulkan sejak tanggal 19 Agustus dan diserahkan pada tanggal 23 Agustus. Perolehan donasi untuk pembangunan jembatan Swadaya masyarakat ini mencapai lima juta lima ratus ribu rupiah.

“Kami sangat berterima kasih pada MAN 2 Mojokerto yang sudah peduli dengan lingkungan sekitarnya. Jembatan ini sangat vital karena menjadi penghubung desa Sooko di sebelah barat dan Sooko di sebelah timur. Saat pagi hari terjadi antrean yang cukup panjang untuk bisa melewati jembatan ini. Anak-anak sekolah termasuk yang sekolah di MAN Sooko juga menggunakan jembatan ini.” jelas Salim, Kepala Desa Sooko saat menerima uang donasi.

“Kami menggerakkan seluruh elemen madrasah untuk memberikan bantuan pada pembangunan jembatan sambiroto yang dibangun atas Swadaya masyarakat. Dengan memberikan sumbangan ini, akan menjadi pembelajaran bagi siswa untuk peduli lingkungannya.” ungkap Agus Tiono, Kepala MAN 2 Mojokerto usai menyerahkan donasi.

Menurut informasi yang dihimpun dari Kepala desa Sooko, jembatan Sambiroto yang diberi nama jembatan Cinta ini akan dikembangkan menjadi taman yang indah dan sentra pedagang makanan.

Saat ini jembatan Sambiroto diberi nama jembatan cinta karena baru satu jalur. Rencananya jembatan ini akan dibuat menjadi tiga jalur, yaitu jalur motor dua arah dan pejalan kaki di tengah. Selain itu alasan diberi nama jembatan Cinta karena dibangunnya atas Swadaya atau rasa cinta masyarakat pada pembangunan di desanya. Nantinya bila sudah selesai, rencananya akan diberi nama jembatan “Cinta Sejati” (LIA)

Leave a Reply