Program MAN 2 Mojokerto Peduli Bencana Negeri Telah Rampung Disalurkan

Kab. Mojokerto (MAN 2 Mojokerto). Bencana alam dan musibah yang silih berganti menerjang Indonesia, seperti Banjir bandang di Kalbar, gempa bumi di Mamuju dan Majene, Tanah Longsor Subang Jabar, erupsi gunung Semeru Lumajang, banjir di Mojokerto dan Jombang ternyata menumbuhkan rasa kepedulian dan empati bagi keluarga besar MAN 2 Mojokerto.

Melalui program open donasi *MAN 2 MOJOKERTO PEDULI BENCANA* yang dibuka untuk menampung bantuan dan kepedulian Guru, pegawai, siswa, wali murid bahkan alumni MAN 2 Mojokerto akhirnya terkumpul donasi yang lumayan besar, yaitu sebesar Rp. 15. 832.000; (Lima Belas Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah) 

Nominal sebesar itu didonasikan oleh warga MAN 2 Mojokerto dalam kurun waktu satu minggu secara langsung maupun via transfer.

Bantuan ini selanjutnya disalurkan ke berbagai lokasi bencana yang tersebar di tanah air melalui posko Peduli Bencana Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan donasi dari keluarga besar MAN 2 Mojokerto diberikan secara langsung oleh Agus Tiono, kepala MAN 2 Mojokerto dan diterima langsung oleh Barozi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto (27/1).

Tidak hanya bantuan secara tunai, MAN 2 Mojokerto juga menyalurkan bantuan secara langsung kepada korban banjir desa Tempuran Sooko Mojokerto dan desa Pucangsimo Bandarkedungmulyo Jombang Jawa Timur (13/2).

Bantuan tidak hanya berupa sembako (beras, gula, minyak, mie instan dll) tetapi juga air mineral dan obat-obatan. “Program donasi untuk kepedulian negeri ini adalah program madrasah untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan tanpa memandang latar belakang suku atau agama seseorang. Antusias siswa dan warga madrasah untuk berbagi ternyata sangat tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya nominal yang terkumpul hanya dalam waktu satu minggu. Saya sangat bangga keluarga besar MAN 2 Mojokerto ternyata memiliki rasa kepedulian dan sosial yang tinggi pada sesama.” ungkap Agus Tiono, kepala madrasah sesaat setelah memberikan bantuan paket sembako secara simbolis pada warga terdampak di Balai desa Tempuran Mojokerto (13/2).

Jiwa sosial harus terus dipupuk sejak dini dengan pembiasaan dan kegiatan nyata yang dapat dilakukan oleh siswa untuk peduli dengan musibah yang dialami orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. (LIA)

Leave a Reply